Buka di Jodo Plaza
Lirik KUN ANTA
Lagu Asli
Liujarihim, qoldat tu zohiru ma fihim
Pabadautu shakhson a-khar, kai atafa-khar,
Wa zonan tu ana, anni bizalika huztu ghina,
Fawajad tu anni kha-sir, fatilka mazohir,
Pabadautu shakhson a-khar, kai atafa-khar,
Wa zonan tu ana, anni bizalika huztu ghina,
Fawajad tu anni kha-sir, fatilka mazohir,
La la,
La nahtajul ma-la,
Kai nazdada jama-la,
Jauharna huna,
Fi qalbi talala,
La la,
Nurdhin nasi bima-la,
Nardhohu la na ha-la,
Za-ka jamaluna,
Yasmu yataa’la
Oh Wo Oh (6x),
Kun anta tazdada jamala (2x)
La nahtajul ma-la,
Kai nazdada jama-la,
Jauharna huna,
Fi qalbi talala,
La la,
Nurdhin nasi bima-la,
Nardhohu la na ha-la,
Za-ka jamaluna,
Yasmu yataa’la
Oh Wo Oh (6x),
Kun anta tazdada jamala (2x)
Attaqabbalhum, anna-su lastu qalliduhum,
Illa bima yurdhi-ni, kai urdhi-ni,
Sa akunu ana, mithli tamaman hazana,
Fakona a’ti takfini, za-ka yaqi-ni,
Illa bima yurdhi-ni, kai urdhi-ni,
Sa akunu ana, mithli tamaman hazana,
Fakona a’ti takfini, za-ka yaqi-ni,
La la,
La nahtajul ma-la,
Kai nazdada jama-la,
Jauharna huna,
Fi qalbi talala,
La la,
Nurdhin nasi bima-la,
Nardhohu la na ha-la,
Za-ka jamaluna,
Yasmu yataa’la
Oh Wo Oh (6x)
Kun anta tazdada jamala
La nahtajul ma-la,
Kai nazdada jama-la,
Jauharna huna,
Fi qalbi talala,
La la,
Nurdhin nasi bima-la,
Nardhohu la na ha-la,
Za-ka jamaluna,
Yasmu yataa’la
Oh Wo Oh (6x)
Kun anta tazdada jamala
Saakunu ana, man ardho ana, lan asa’ la liri dhohum,
Waakunu ana, ma ahwa ana, ma-li wama liridhohum,
Saakunu ana, man ardho ana, lan asa’ la liri dhohum,
Waakunu ana, ma ahwa ana, lan ardho ana biridhohum
Waakunu ana, ma ahwa ana, ma-li wama liridhohum,
Saakunu ana, man ardho ana, lan asa’ la liri dhohum,
Waakunu ana, ma ahwa ana, lan ardho ana biridhohum
La la,
La nahtajul ma-la,
Kai nazdada jama-la,
Jauharna huna,
Fi qalbi talala,
La la,
Nurdhin nasi bima-la,
Nardhohu la na ha-la,
Za-ka jamaluna,
Yasmu yataa’la
Oh Wo Oh (6x),
Kuna anta tazdada jamala (2x)
La nahtajul ma-la,
Kai nazdada jama-la,
Jauharna huna,
Fi qalbi talala,
La la,
Nurdhin nasi bima-la,
Nardhohu la na ha-la,
Za-ka jamaluna,
Yasmu yataa’la
Oh Wo Oh (6x),
Kuna anta tazdada jamala (2x)
Berikut Terjemahan Lirik Lagunya :
Saat ingin bersaing dengan yang lain,
Aku ingin meniru perwatakan luar dan dalamnya
Jadi aku boleh menjadi seorang yang lain hanya untuk berbangga
Dan aku kira jika aku seperti itu aku akan dapat kelebihan
Tapi yang kuperolehi hanyalah kerugian di atas perwatakanku ini
Aku ingin meniru perwatakan luar dan dalamnya
Jadi aku boleh menjadi seorang yang lain hanya untuk berbangga
Dan aku kira jika aku seperti itu aku akan dapat kelebihan
Tapi yang kuperolehi hanyalah kerugian di atas perwatakanku ini
Tidak tidak
Kita tidak memerlukan harta
Untuk menambahkan kecantikan,
Kecantikan dalaman (jauhari)
Ada di sini di dalam hati ia bersinar
Tidak tidak
Kita tak perlu memandang pandangan orang lain
Untuk apa yang tidak ada, yang tidak sesuai dengan kita,
Itulah kecantikan kita,
Semakin bertambah hingga ke atas
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada
Kita tidak memerlukan harta
Untuk menambahkan kecantikan,
Kecantikan dalaman (jauhari)
Ada di sini di dalam hati ia bersinar
Tidak tidak
Kita tak perlu memandang pandangan orang lain
Untuk apa yang tidak ada, yang tidak sesuai dengan kita,
Itulah kecantikan kita,
Semakin bertambah hingga ke atas
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada
Sungguh aku menerima mereka tetapi tidak pula aku meniru perwatakan mereka
Melainkan apa yang aku terima itu aku telah redha
Aku ingin menjadi seperti diri aku sendiri inilah aku
Hal ini kurasakan sudah cukup dan aku sangat pasti
Melainkan apa yang aku terima itu aku telah redha
Aku ingin menjadi seperti diri aku sendiri inilah aku
Hal ini kurasakan sudah cukup dan aku sangat pasti
Tidak tidak
Kita tidak memerlukan harta
Untuk menambahkan kecantikan,
Kecantikan dalaman (jauhari)
Ada di sini di dalam hati ia bersinar
Tidak tidak
Kita tak perlu memandang pandangan orang lain
Untuk apa yang tidak ada, yang tidak sesuai dengan kita,
Itulah kecantikan kita,
Semakin bertambah hingga ke atas
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada
Kita tidak memerlukan harta
Untuk menambahkan kecantikan,
Kecantikan dalaman (jauhari)
Ada di sini di dalam hati ia bersinar
Tidak tidak
Kita tak perlu memandang pandangan orang lain
Untuk apa yang tidak ada, yang tidak sesuai dengan kita,
Itulah kecantikan kita,
Semakin bertambah hingga ke atas
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada
Aku akan jadi mengikut kemampuan diriku
Aku tidak perlukan orang lain menerimaku
Aku akan jadi apa yang aku suka
Kenapa aku harus peduli tentang penerimaan mereka terhadapku?
Aku tidak perlukan orang lain menerimaku
Aku akan jadi apa yang aku suka
Kenapa aku harus peduli tentang penerimaan mereka terhadapku?
Tidak tidak
Kita tidak memerlukan harta
Untuk menambahkan kecantikan,
Kecantikan dalaman (jauhari)
Ada di sini di dalam hati ia bersinar
Tidak tidak
Kita tak perlu memandang pandangan orang lain
Untuk apa yang tidak ada, yang tidak sesuai dengan kita,
Itulah kecantikan kita,
Semakin bertambah hingga ke atas
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada
Kita tidak memerlukan harta
Untuk menambahkan kecantikan,
Kecantikan dalaman (jauhari)
Ada di sini di dalam hati ia bersinar
Tidak tidak
Kita tak perlu memandang pandangan orang lain
Untuk apa yang tidak ada, yang tidak sesuai dengan kita,
Itulah kecantikan kita,
Semakin bertambah hingga ke atas
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada
HUMOOD ALKHUDHER
Dinyanyikan ulang Cover Mimi Nazrina
Jangan Galau
GALAU merupakan penyakit akut masyarakat saat ini. Mulai dari tahapan perkembangan usia remaja, hingga beranjak dewasa. Bahkan orang dewasa pun tak luput dari perkara kegalauan.
Kata galau biasanya tidak akan jauh-jauh dari kata cinta. Dua kata keramat yang memang bikin dunia nyaris kiamat. Kalaupun sudah berusaha menghilangkan dari pikiran serta perasaan, tetap saja akan teringat, ah skakmat!
“Galau kenapa?” tanya seorang teman pada teman karibnya.
“Aku naksir dia, tapi di dalam Al-Quran kan dilarang pacaran!”
“Ya sudah, kalian menikah saja!” jawabnya tegas.
“Ah, gak segampang itu! Banyak pertimbangan—” bantahnya.
“Itulah penyakit anak muda … berani jatuh hati; takut nikah!”
“Masa’ langsung nikah? Lihat bibit, bebet, bobotnya dong!”
“Oh, tinggal ta’aruf aja!”
“Ntar dulu, aku juga lagi kesal sama dia sekarang,” protes Adik.
“Kenapa lagi?”
“Teman dekatnya segudang, udah gitu diladenin semua!”
“Hahaha … mungkin dia sales marketing, husnu’dzon ajalah.”
“Kata-katanya manis, sama kayak dia ngomong ke aku!”
“Ah, kamu baper banget sih. Berarti dia emang baik ke semua.”
“Gak tau, sejujurnya itu bikin aku cemburu dan naik darah.”
“Nah loh! Itu cinta apa nafsu? Cemburu buta ke nonmahram.”
“Aku juga anggap yang sejenisku di sekitarnya; kayak musuh.”
“Hey, gak boleh gitu! Prasangka datangnya dari setan loh.”
“Komitmen apaan, kalau hal-hal begitu aja dia gak peka!”
“Dududu … nanana, uhmm … udah selesai marahnya?”
Mungkin beberapa orang pernah merasakan hal serupa. Cinta terasa sangat asing tatkala si dia telah meluangkan waktu untuk teman-teman lain. Padahal, sebelum keakraban mereka berdua hal itu sudah biasa dilakukan. Sekadar tegur sapa, bersikap ramah sebagai bahasa persahabatan. Lalu, siapakah yang sebenarnya salah? Kamu atau dia? Egois mana sih, kamu atau dia? Tentu saja kamu! Kamu yang egois dan salah sendiri.
“Masih galau lagi? Bukannya udah berhasil jauhin dia?”
“Tapi aku jadi rindu, rasanya lebih baik tengkar daripada gini.”
“Hmmm … udah lupa identitas! Orang islam haram pacaran!”
“Aku gak pacaran, cuma chating aja kok, kenalan dumay.”
“Mau di dumay, duta, chating atau face to face, itu maksiat!”
“Terus gimana caranya lupain dia, semua tentangnya?”
“Jangan berinteraksi sekali pun, tapi doakan terus-menerus.”
“Kok malah didoain sih? Kan harusnya dilupain?”
“Doa yang menguntai ke langit itu, akan diterima oleh Allah.”
“Jadi, nanti aku bisa jodoh sama dia, gitu?”
“Wallahu ‘alam. Kalaupun bukan dia; pasti diganti lebih baik.”
Bukankah Allah azza wa jalla telah melarang untuk mendekati pintu-pintu perzinaan. Salah satunya dari mata. Tahukah kita jika
pemuda yang semasa mudanya menundukkan pandangan, tidak melihat wanita-wanita atau lelaki nonmahram, agar tak terjerumus ke dalam makar setan, pasti akan diberikan pahala kenikmatan berupa bidadari-bidadari bermata jeli di Surga!
pemuda yang semasa mudanya menundukkan pandangan, tidak melihat wanita-wanita atau lelaki nonmahram, agar tak terjerumus ke dalam makar setan, pasti akan diberikan pahala kenikmatan berupa bidadari-bidadari bermata jeli di Surga!
Jikapun diizinkan berumur panjang sekaligus menyempurnakan separuh agama, insya Allah kelak akan disandingkan dengan pasangan yang shalihah/shalih sesuai gambaran diri kita juga.
“Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah akan kekal. Dan sungguh kami akan memberikan balasan untuk orang-orang sabar dengan pahala mereka.” (Qs. An-nahl: 96)
“ … Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Qs. Al-ahzab: 35)
Kesimpulannya, kalau Allah sudah menjanjikan pahala yang sangat besar di kampung abadi; akhirat nanti, untuk apa terus gelisah dengan perkara dunia yang sejatinya hanya sebentar? Galau lagi … galau lagi? Shut up! I’m okay.
Oleh: Ramadani Ann Al-Qohirohiyyah
Sumber:
https://www.islampos.com/jangan-galau-wahai-pemuda-islam-252226/
https://www.islampos.com/jangan-galau-wahai-pemuda-islam-252226/
LONGSOR PURWOREJO
PURWOREJO - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten
Purworejo, Jawa Tengah pada Jumat siang hingga malam hari ini
mengakibatkan bencana longsor di Desa Penungkulan, Kecamatan Gebang,
Purworejo. Tebing setinggi 30 meter tergerus derasnya air menyebabkan
bencana tanah longsor.
Dua rumah di RT003/004 Desa Penungkulan
milik Dardai Sarengat dan Rahman kondisinya rata dengan tanah. Tujuh
orang dinyatakan hilang dan kuat dugaan ketujuh orang itu tertimbun
longsoran tanah.
Kasi Logistik dan Kegawatdaruratan Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Hardoyo
menerangkan, kejadian terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIB.
"Hujan
turun dengan intesitas tinggi sejak sore hari. Tebing setinggi 30 meter
yang berada di belakang rumah dua warga Desa Penungkulan akhirnya
longsor dan menimbun rata rumah kedua korban itu," kata Hardoyo kepada
SINDO.
Seluruh regu penolong seperti Tim BPBD, Tim SAR, TNI dan
Polri sudah berada di lokasi. Namun proses evakuasi belum bisa
dilaksanakan.
"Kami pastikan tujuh orang kami nyatakan hilang.
Meski banyak dugaan menyebutkan ketujuh orang tersebut adalah anggota
keluarga dua rumah yang rata dengan tanah tersebut," ungkap Hardoyo.
Hingga
berita ini ditulis, hujan masih mengguyur lokasi kejadian, sehingga
regu penolong belum bisa melakukan evakuasi terhadap kedua rumah warga
itu.
Sumber: http://daerah.sindonews.com
Subscribe to:
Posts (Atom)


